Spread the love

Tips Sukses Belajar Online dengan Literasi Digital
Dalam kanal youtube educoach official Dr Nasrul Syarif M.Si CEO Educoach berbagi Inspirasi mengenai dunia literasi digital, training, Motivasi, coaching dan lain-lain. Anda bisa simak link berikut https://youtu.be/s91a8C0bu4A dan kunjungi www.educoach.id
Sobat Coach Dr Nasrul Syarif M.Si Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur menyatakan ada 7 kompetensi lunak yang harus dikuasai di era digital salah satunya adalah Innovation dan Collaboration. “Di era digital ini sangat diperlukan pembelajaran yang variatif. Dengan tatap maya, guru dan siswa, mahasiswa dan dosen, semua harus bisa memanfaatkan cara belajar dimana saja dan kapan saja,” Seharusnya, pembelajaran daring ini sebagai pembelajaran yang melatih peserta didik untuk memecahkan berbagai masalah.
Sobat. Dalam pemecahan masalah, dibutuhkan pemikiran yang kritis, holistik lintas disiplin dan kreatif. “Di sini antara para pengajar dengan siswa dan mahasiswa harus saling membantu untuk berinovasi dalam pembelajaran daring,” ungkapnya.
Sobat. Dampak penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun Perguruan Tinggi memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan menggantinya dengan metode belajar jarak jauh di rumah secara daring. Hal tersebut diterapkan untuk membatasi interaksi fisik secara langsung guna menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas.
Sobat. Di sinilah pentingnya para pendidik, orang tua dan siswa mengenal dan memiliki kemampuan literasi digital yang dikembangkan oleh pemerintah yakni ; Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethic dan Digital Safety. Belajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri. Karena dianggap lebih bebas dan fleksibel, peserta didik justru dituntut agar memiliki komitmen untuk melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Pembelajaran secara daring memiliki tantangan dalam pengawasan agar peserta didik terus melakukan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan waktu belajar tatap muka. Selain itu, tentunya perangkat teknologi seperti smartphone atau laptop serta jaringan internet yang baik harus tersedia.
Lalu, bagaimana caranya agar pembelajaran secara daring dapat dilakukan secara efektif? Yuk kita ikuti beberapa tips berikut ini :

1.Kelola waktu dengan baik

Atur waktu belajar Anda agar Anda tidak mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Biasakan fokus dan mengerjakan tugas di awal waktu. Komitmen pengerjaan tugas tentunya akan lebih mudah dilakukan jika pihak sekolah atau perguruan tinggi menetapkan batas waktu pengerjaan tugas kepada peserta didik.

2.Carilah tempat nyaman

Tempat yang nyaman merupakan salah satu kunci agar belajar tetap fokus lho. Anda bisa mencari tempat seperti sudut rumah yang nyaman untuk belajar. Anda bisa mendekor area meja belajar sekreatif mungkin untuk menambah semangat belajar Anda.
3.Siapkan perangkat yang dibutuhkan
Persiapkan perangkat yang anda butuhkan, baik itu laptop, smartphone, komputer maupun saklar listik untuk mengisi daya perangkat Anda agar tidak kehabisan daya di tengah-tengah fokus belajar. Pastikan juga perangkat Anda terhubung dengan jaringan internet yang baik agar Anda dapat mengakses platform pembelajaran daring yang Anda butuhkan tanpa kendala.
4.Komunikasi dengan pengajar dan teman belajar
Meskipun Anda belajar dengan jarak jauh dari pengajar, bukan berarti Anda bebas bersantai dan menunda tugas yang diberikan lho. Tetap jaga komunikasi dengan pengajar dan teman belajar. Jika dibutuhkan, Anda juga bisa mengadakan grup chat khusus untuk membahas tugas yang diberikan. Selain itu, Anda juga bisa melaporkan tugas setiap harinya kepada pengajar.
5.Jaga Kebersihan
Di saat pandemi COVID-19 ini, kebersihan merupakan salah satu hal yang penting. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan tidak lupa membersihkan perangkat belajar Anda baik smartphone maupun laptop secara berkala. Stay Clean!
Sobat. Adapun pemilihan media pembelajaran dan pertimbangan penggunaan media pembelajaran yang tepat perlu mempertimbangkan ACTION,
yaitu Access, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty.
Dalam pemilihan media memerhatikan access, yaitu media yang kita perlukan tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Akses juga menyangkut kebijakan, misalnya apakah peserta didik diizinkan untuk menggunakannya atau tidak.
Pertimbangan kedua dalam pemilihan media adalah cost. Misalnya mahalnya media pembelajaran multimedia harus diperhitungkan dengan aspek manfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun.
Technology menjadi pertimbangan ketiga dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu terkait ketersediaan suatu media dan kemudahan dalam mengoperasikannya.
Pertimbangan keempat adalah interactivity. Media pembelajaran yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah.
Pertimbangan dalam pemilihan media yang selanjutnya adalah organization, yaitu tentang dukungan pimpinan sekolah dan lembaga serta tentang pengorganisasiannya.
Pertimbangan yang terakhir dalam memilih media pembelajaran adalah novelty, yaitu media yang lebih terkini biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi peserta didik.
Media pembelajaran yang berhasil adalah yang dapat mengubah perilaku peserta didik (behavior change) serta meningkatkan hasil belajar peserta didik tertentu. Keberhasilan penggunaan media pembelajan tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dengan baik.
Penggunaan media yang efektif diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek, antara lain tujuan, kondisi peserta didik, fasilitas pendukung, waktu yang tersedia, dan kemampuan guru untuk menggunakannya dengan tepat.
Media pembelajaran berteknologi digital merupakan media yang canggih atau memenuhi kebaruan (novelty) yang biasanya akrab dengan peserta didik. Peserta didik kita merupakan generasi yang terbiasa dengan teknologi digital (digital native).
Sobat. Hal ini adalah suatu kewajaran karena setiap generasi memiliki karakteristiknya tersendiri sesuai zamannya. Fenomena ini sesuai dengan kalimat yang diutarakan Khalifah Ali Bin Abi Tholib bahwa “Didiklah anakmu sesuai zamannya”. Peserta didik kita ini berkembang di zaman yang berbeda jauh dengan zaman kita sebagai peserta didik puluhan tahun yang lalu. Perbedaan antarzaman atau antargenerasi sebagai suatu hal yang wajar dan tidak untuk diperdebatkan.
Sobat. Hadirnya teknologi dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir kesenjangan antargenerasi. Peserta didik kita termasuk generasi Z yang lahir antara tahu 1995-2010 yang menjadi pengguna mayoritas komputer, gawai, dan internet saat ini. Mereka juga piawai dalam mengembangkan beragam sistem informasi sesuai dengan kbutuhan zaman.
Sobat.Ada banyak manfaat yang diberikan media digital dalam konteks pendidikan, antara lain dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, membantu peserta didik bekerja melalui konsep yang sulit, membantu mempromosikan kesadaran kritis, membantu mendorong kesetaraan, dan masih banyak lagi manfaat yang diberikan.
Sobat. Sumber belajar dan media pembelajaran memiliki berbagai macam keragaman, sehingga guru perlu mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber belajar yang ada baik yang telah dirancang (by design) maupun yang tinggal memanfaatkan saja (by utilization). Perbedaannya adalah sumber belajar by design merupakan sumber belajar yang sengaja dirancang dan dibuat untuk kepeluan pembelajaran, misalnya buku pelajaran atau CD multimedia interaktif.
Sobat. Dengan melek digital juga bisa menghasilkan pendapatan dan Bisnis Online yang bisa kita lakukan : Miliki Produk yang unik dan pasarkan melalui digital marketing, Reseller, Afiliate Marketing, Publisher, menggunakan social media untuk membangun bisnis atau jasa Anda, dll,
Sedangkan sumber belajar by utilization adalah sumber belajar yang ada dan dapat diatur sedemikian rupa sehingga menjadi sumber untuk belajar, contohnya narasumber atau pasar yang menjadi tempat mencari informasi pembelajaran tertentu. Teknik pemanfaatan ini berlaku juga untuk media pembelajaran digital. Klasifikasi sumber belajar terdiri dari: Pesan, Alat/ Teknologi, Orang, Bahan, Teknik/Metode, Lingkungan/ Latar.
Sobat. Tren teknologi digital dalam pendidikan yang kini mempengaruhi pembelajaran peserta didik menurut Forbes antara lain augmented reality/ virtual reality/ mixed reality, redesigned learning spaces (smartboards), kecerdasan buatan, personalisasi belajar, dan gamifikasi. Profesi pendidik seharusnya memiliki ketrampilan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar. adapun jenis media pembelajaran berteknologi digital yang dapat dimanfaatkan antara lain: multimedia interaktif, digital video dan animasi, podcast, augmented reality (AR), virtual Reality (VR), serta game-based learning dan gamifikasi
Manfaat menggunakan media berteknologi digital dalam pendidikan dapat memperkenalkan ruang kelas pada peluang dan sumber daya yang mungkin peserta didik tidak dapat akses. Contoh sumber daya teknologi yang dapat digunakan untuk terlibat dan mendidik di kelas adalah klip video, game edukasi, dan simulasi virtual.
Sobat. Pemanfaatan teknologi atau media dalam pembelajaran memiliki tantangan tersendiri. Misalnya keterbatasan anggaran biaya serta lingkungan dan aspek-aspeknya merupakan sebuah subsistem dalam pembelajaran yang turut mempengaruhi keberhasilan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Namun, terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, mengintegrasikan media berteknologi digital ke dalam pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan saat ini. Karena menyiapkan peserta didik untuk siap menghadapi kehidupan masa depannya harus segera dimulai dari masa belajar di sekolah. Merancang aktivitas belajar yang sesuai dengan dunia nyata kadang sulit dilakukan. Untuk itulah diperlukan media berteknologi digital untuk menghadirkan dunia nyata dan segala problematikanya di ruang kelas. Supaya peserta didik terbiasa problem solving untuk menghadapi permasalahan riil.
Maka kesimpulan akhir adalah bahwa integrasi dalam pemanfaatan media pembelajaran berteknologi digital yang baik yaitu ketika peserta didik tidak hanya menggunakan teknologi setiap hari, tetapi memiliki akses ke berbagai alat yang sesuai dengan tugas belajar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang suatu konten. Integrasi teknologi juga bergantung pada jenis teknologi yang tersedia dan jumlah akses yang dimiliki peserta didik terhadap teknologi. Syarat utama untuk mengintegrasikan teknologi yang berhasil adalah tentang kesediaan untuk beradaptasi dengan perubahan. Hal ini merupakan proses berkelanjutan dan tuntutan pembelajaran berkelanjutan bagi semua pihak, terutama bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan Indonesia.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
( Dr Nasrul Syarif M.Si, CEO EduCoach. Penulis Buku Santripreneur. Direktur Utama PT Edutama Global Indonesia. www.educoach.id )

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.